Senin, 27 April 2015

LATE POS , BRASTAGI IN NIGHT

SUASANA DI PAGI HARI DI TANAH KARO YANG DINGIN MENUSUK TULANG,
NAMUN DENGAN KEHANGATAN PERSAHABATAN  RASA DINGIN MENUSUK TULANG ITU ENYAH PERGI ,...
INI NANTINYA PASTI KITA AKAN RINDUKAN KETIKA TOGA - TOGA KITA BERGESER....
SELAMAT BERJUANG UNTUK MERAIH SARJANA TEMAN-TEMAN




























Senin, 09 Februari 2015

IDOLAKU DI DUNIA MILITER

 Shalahuddin Yusuf bin Najmuddin Ayyub bin Syadi atau yang lebih dikenal dengan Shalahuddin al-Ayyubi atau juga Saladin. Ia adalah seorang laki-laki yang mungkin sebanding dengan seribu laki-laki lainnya.
BAGAIAMANA DIA TUMBUH ??
tikritShalahuddin al-Ayyubi adalah laki-laki dari kalangan ‘ajam (non-Arab), tidak seperti yang disangkakan oleh sebagian orang bahwa Shalahuddin adalah orang Arab, ia berasal dari suku Kurdi. Ia lahir pada tahun 1138 M di Kota Tikrit, Irak, kota yang terletak antara Baghdad dan Mosul. Ia melengkapi orang-orang besar dalam sejarah Islam yang bukan berasal dari bangsa Arab, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, dan lain-lain.
Karena suatu alasan, kelahiran Shalahuddin memaksa ayahnya untuk meninggalkan Tikrit sehingga sang ayah merasa kelahiran anaknya ini menyusahkan dan merugikannya. Namun kala itu ada orang yang menasihatinya, “Engkau tidak pernah tahu, bisa jadi anakmu ini akan menjadi seorang raja yang reputasinya sangat cemerlang.”
Dari Tikrit, keluarga Kurdi ini berpindah menuju Mosul. Sang ayah, Najmuddin Ayyub tinggal bersama seorang pemimpin besar lainnya yakni Imaduddin az-Zanki. Imaduddin az-Zanki memuliakan keluarga ini, dan Shalahuddin pun tumbuh di lingkungan yang penuh keberkahan dan kerabat yang terhormat. Di lingkungan barunya dia belajar menunggang kuda, menggunakan senjata, dan tumbuh dalam lingkungan yang sangat mencintai jihad. Di tempat ini juga Shalahuddin kecil mulai mempelajari Alquran, menghafal hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mempelajari bahasa dan sastra Arab, dan ilmu-ilmu lainnya.
MENJADI SEORANG MENTERI
Sebelum kedatangan Shalahuddin al-Ayyubi, Mesir merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Syiah, Daulah Fathimiyah. Kemudian pada masa berikutnya Dinasti Fathimiyah yang berjalan stabil mulai digoncang pergolakan di dalam negerinya. Orang-orang Turki, Sudan, dan Maroko menginginkan adanya revolusi. Saat itu Nuruddin Mahmud, paman Shalahuddin, melihat sebuah peluang untuk menaklukkan kerajaan Syiah ini, ia berpandangan penaklukkan Daulah Fathimiyyah adalah jalan lapang untuk membebaskan Jerusalem dari kekuasaan Pasukan Salib.
Nuruddin benar-benar merealisasikan cita-citanya, ia mengirim pasukan dari Damaskus yang dipimpin oleh Asaduddin Syirkuh untuk membantu keponakannya, Shalahuddin al-Ayyubi, di Mesir. Mengetahui kedatangan pasukan besar ini, sebagian Pasukan Salib yang berada di Mesir pun lari kocar-kacir sehingga yang dihadapi oleh Asaduddin dan Shalahuddin hanyalah orang-orang Fathimyah saja. Daulah Fathimiyah berhasil dihancurkan dan Shalahuddin diangkat menjadi mentri di wilayah Mesir. Namun tidak lama menjabat sebagai menteri di Mesir, dua bulan kemudian Shalahuddin diangkat sebagai wakil dari Khalifah Dinasti Ayyubiyah.
Selama dua bulan memerintah Mesir, Shalahuddin membuat kebijakan-kebijakan progresif yang visioner. Ia membangun dua sekolah besar berdasarkan madzhab Ahlussunnah wal Jamaah. Hal ini ia tujukan untuk memberantas pemikiran Syiah yang bercokol sekian lama di tanah Mesir. Hasilnya bisa kita rasakan hingga saat ini, Mesir menjadi salah satu negeri pilar dakwah Ahlussunnah wal Jamaah atau Sunni. Kebijakan lainnya yang ia lakukan adalah mengganti penyebutan nama-nama khalifah Fathimiyah dengan nama-nama khalifah Abbasiyah dalam khutbah Jumat.
KOTA SUCI JERUSALLEM DI TAKLUKKAN OLEHNYA
Persiapan Shalahuddin untuk menggempur Pasukan Salib di Jerusalem benar-benar matang. Ia menggabungkan persiapan keimanan (non-materi) dan persiapan materi yang luar biasa. Persiapan keimanan ia bangun dengan membersihkan akidah Syiah bathiniyah dari dada-dada kaum muslimin dengan membangun madrasah dan menyemarakkakn dakwah, persatuan dan kesatuan umat ditanamkan dan dibangkitkan kesadaran mereka menghadapi Pasukan Salib. Dengan kampanyenya ini ia berhasil menyatukan penduduk Syam, Irak, Yaman, Hijaz, dan Maroko di bawah satu komando. Dari persiapan non-materi ini terbentuklah sebuah pasukan dengan cita-cita yang sama dan memiliki landasan keimanan yang kokoh.
crusadeDari segi fisik Shalahuddin mengadakan pembangunan makas militer, benteng-benteng perbatasan, menambah jumlah pasukan, memperbaiki kapal-kapal perang, membangun rumah sakit, dll.
Pada tahun 580 H, Shalahuddin menderita penyakit yang cukup berat, namun dari situ tekadnya untuk membebaskan Jerusalem semakin membara. Ia bertekad apabila sembuh dari sakitnya, ia akan menaklukkan Pasukan Salib di Jerusalem, membersihkan tanah para nabi tersebut dari kesyirikan trinitas.
Dengan karunia Allah, Shalahuddin pun sembuh dari sakitnya. Ia mulai mewujudkan janjinya untuk membebaskan Jerusalem. Pembebasan Jerusalem bukanlah hal yang mudah, Shalahuddin dan pasukannya harus menghadapi Pasukan Salib di Hathin terlebih dahulu, perang ini dinamakan Perang Hathin, perang besar sebagai pembuka untuk menaklukkan Jerusalem. Dalam perang tersebut kaum muslimin berkekuatan 63.000 pasukan yang terdiri dari para ulama dan orang-orang shaleh, mereka berhasil membunuh 30000 Pasukan Salib dan menawan 30000 lainnya.
Setelah menguras energy di Hathin, akhirnya kaum muslimin tiba di al-Quds, Jerusalem, dengan jumlah pasukan yang besar tentara-tentara Allah ini mengepung kota suci itu. Perang pun berkecamuk, Pasukan Salib sekuat tenaga mempertahankan diri, beberapa pemimpin muslim pun menemui syahid mereka –insya Allah- dalam peperangan ini. Melihat keadaan ini, kaum muslimin semakin bertambah semangat untuk segera menaklukkan Pasukan Salib.
Untuk memancing emosi kaum muslimin, Pasukan Salib memancangkan salib besar di atas Kubatu Shakhrakh. Shalahuddin dan beberapa pasukannya segera bergerak cepat ke sisi terdekat dengan Kubbatu Shakhrakh untuk menghentikan kelancangan Pasukan Salib. Kemudian kaum muslimin berhasil menjatuhkan dan membakar salib tersebut. Setelah itu, jundullah menghancurkan menara-menara dan benteng-benteng al-Quds.
Pasukan Salib mulai terpojok, merek tercerai-berai, dan mengajak berunding untuk menyerah. Namun Shalahuddin menjawab, “Aku tidak akan menyisakan seorang pun dari kaum Nasrani, sebagaimana mereka dahulu tidak menyisakan seorang pun dari umat Islam (ketika menaklukkan Jerusalem)”. Namun pimpinan Pasukan Salib, Balian bin Bazran, mengancam “Jika kaum muslimin tidak mau menjamin keamanan kami, maka kami akan bunuh semua tahanan dari kalangan umat Islam yang jumlahnya hampir mencapai 4000 orang, kami juga akan membunuh anak-anak dan istri-istri kami, menghancurkan bangunan-bangunan, membakar harta benda, menghancurkan Kubatu Shakhrakh, membakar apapun yang bisa kami bakar, dan setelah itu kami akan hadapi kalian sampai darah penghabisan! Satu orang dari kami akan membunuh satu orang dari kalian! Kebaikan apalagi yang bisa engkau harapkan!” Inilah ancaman yang diberikan Pasukan Salib kepada Shalahuddin dan pasukannya.
Dome of The Rock atau Kubatu Shakhrakh
Dome of The Rock atau Kubatu Shakhrakh
Shalahuddin pun mendengarkan dan menuruti kehendak Pasukan Salib dengan syarat setiap laki-laki dari mereka membayar 10 dinar, untuk perempuan 5 dinar, dan anak-anak 2 dinar. Pasukan Salib pergi meninggalkan Jerusalem dengan tertunduk dan hina. Kaum muslimin berhasil membebaskan kota suci ini untuk kedua kalinya.
Shalahuddin memasuki Jerusalem pada hari Jumat 27 Rajab 583 H / 2 Oktober 1187, kota tersebut kembali ke pangkuan umat Islam setelah selama 88 tahun dikuasai oleh orang-orang Nasrani. Kemudian ia mengeluarkan salib-salib yang terdapat di Masjid al-Aqsha, membersihkannya dari segala najis dan kotoran, dan mengembalikan kehormatan masjid tersebut.
Masjid al-Aqsha
Masjid al-Aqsha
Wafatnya Sang Pahlawan
Sebagaimana manusia sebelumnya, baik dari kalangan nabi, rasul, ulama, panglima perang dan yang lainnya, Shalahuddin pun wafat meninggalkan dunia yang fana ini. Ia wafat pada usia 55 tahun, pada 16 Shafar 589 H bertepatan dengan 21 Febuari 1193 di Kota Damaskus. Ia meninggal karena mengalami sakit demam selama 12 hari. Orang-orang ramai menyalati jenazahnya, anak-anaknya Ali, Utsman, dan Ghazi turut hadir menghantarkan sang ayah ke peristirahatannya. Semoga Allah meridhai, merahmati, dan  membalas jasa-jasa engkau wahai pahlawan Islam, sang pembebas Jerusalem.

Sabtu, 03 Januari 2015

profil ADT Prima CSB

 ini lah aku
aku apa adanya

namaku Alessandro del tobias prima contreras sukma blozoglu,lebih dikenal prima sukma
lahir 10 muhharram 1410 H atau 11 Agustsu 1989.

aku mengenal Juventus pada tahun 1997 ,
dimana melalui gambaran anak2 dulu perrtama x aku melihat gambar Alessandro Del Piero.

semenjak itu aku mencintai KING ADP dan Juventus .


Mencintai ADP & Juventus sejak kelas 2 sd
membuat aaku selalu gila akan sepak bola..





 mommen indah ketika aku mngenal juventus n del piero
ketika juventus juara serie A 1997,1998,2002,2003,2005,2006,2012

cukup sekian dulu
kapan2 kita sambung lagi
















Jumat, 02 Januari 2015

journey to mount hill

wkwkwkwk
jumpa lagi nih kita
nih perjalanan ku waktu ke pwmandian air panas
sidebuk debuk di kaki gunung sibayak,tanah karo sumut
nih aku bareng teman2 paling ekstrim
lagi  suntuk nyusun laporan pkl
ditantang sama teman gerak ke sana
jadi lah
gerak jam 12 malam
sampe lokasi jam 2:30
plang jam 5 smpe rumah jam 7 trus tembak ke kerjaan lagi
sadis wooy 

















jo

Selasa, 16 Desember 2014

PEMIMPIN YANG LALIM NIH AZABNYA

6 GOLONGAN YANG AKAN MASUK NERAKA TANPA DI HISAB

Surga dan neraka diciptakan oleh Allah SWT sebagai motivasi sekaligus peringatan bagi manusia untuk beramal sebaik-baiknya di dunia ini.

Di hari kiamat kelak, semua manusia akan melalui hisab, yaitu perhitungan amal atas dosa dan pahala yang telah dikerjakannya ketika di dunia. Tetapi amat malang,  terdapat 6 golongan manusia yang akan dimasukkan ke dalam neraka tanpa hisab di sebabkan dosa besar dan kemungkaran  yang mereka lakukan ketika di dunia.

Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah S.A.W bersabda artinya :

"Enam golongan manusia yang akan dimasukkan ke neraka pada hari kiamat sebelum hisab (perhitungan amal) yaitu:

1. Penguasa yang zalim
2. Orang yang fanatik (ashabiyyah menyombongkan kebangsaannya)
3. Ketua kampung/pemimpin yang sombong.
4. Pedagang atau ahli perniagaan yang curang.
5. Orang kampung yang karena kebodohannya.
6. Dan ahli ilmu karena hasad dengkinya."

Uraiannya adalah seperti berikut :

Golongan pertama : Penguasa yang zalim.
Pemimpin yang telah dipilih oleh rakyat dan diberikan amanah untuk memimpin negara sekiranya ia melakukan kezaliman kepada rakyat dan tidak berlaku adil tidak akan dapat mencium keharuman surga dan dimasukkan kedalam neraka sebelum hisab (perhitungan amal).

Ma’qil Ibnu Yasar r.a berkata

“ Saya mendengar Nabi S.A.W bersabda maksudnya :

“Tidak ada seorang hamba yang Allah serahkan kepadanya untuk memimpin segolongan rakyat lalu ia tidak memelihara rakyatnya itu dengan menuntut dan memimpin mereka kepada kemaslahatan dunia dan akhirat melainkan tiadalah ia mencium bau syurga.”
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Sabda Rasulullah S.A.W maksudnya :

"Sebaik-baik pemerintah kamu adalah pemerintah yang kamu sayangi mereka, dan mereka menyayangi kamu. Kamu mendoakan ke atas mereka, dan mereka mendoakan ke atas kamu. (Adapun) Sejahat-jahat pemerintah kamu adalah mereka yang kamu benci dan mereka pula benci kepada kamu, kamu melaknat mereka dan mereka melaknat kamu.Berkata (Auf), kami bertanya : Wahai Rasulullah, apakah boleh kami menyerang mereka dengan pedang ? Nabi menjawab : “Tidak boleh, selama mereka menunaikan solat.” (Hadis Riwayat Muslim)

Abdullah bin Mas’ud.Rasulullah S.A.W. bersabda maksudnya : “Sesungguhnya kamu akan melihat selepasku sikap (pemerintah) mementingkan diri dan kamu akan melihat perkara-perkara yang kamu ketahui ia mungkar (pada pemerintah). Mereka berkata: Apa yang engkau perintahkan kami (lakukan) wahai Rasulullah? Sabda baginda: Tunaikan untuk mereka hak mereka dan mintalah kepada ALLAH hak kamu.” (Hadis Riwayat Bukhari)

Dalam kenyataan kita hari ini di dalam seluruh dunia Islam pemimpin negara Islam kebanyakkannya tidak berlaku adil kepada rakyat dibawah pemerintahannya. Selagi mereka tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan Allah S.W.T. selagi itulah mereka  tidak akan dapat berlaku adil. Pemimpin kerapkali merampas hak rakyat, rasyuah, menyalah gunakan dana kerajaan dan menagkap dan memenjarakan rakyat yang tidak berdosa tanpa dibicarakan di mahkamah terbuka. Para ulama yang bertanggungjawab menyampaikan dakwah kepada rakyat disekat dan dikenakan berbagai halangan dan sekatan sehingga rakyat yang dahagakan ilmu terbiar tanpa mendapat tarbiah dan kesedaran Islam.

Perkembangan terkini dua buah negara Arab yang mana pemimpinnya cukup zalim dan kejam, rakyatnya telah bangkit memberontak dan mengadakan tunjuk perasaan secara besar-besaran, yang satu telah jatuh dan menanti yang satu lagi suatu masa akan jatuh di bawah gelombang rakyat yang haus akan keadilan dan kebebasan.

Ingatlah wahai pemimpin umat Islam! Kedudukan kalian senantiasa di bawah pengawasan Allah! Andainya kalian adil , kalian akan mendapat naungan Arasy  di Padang Mahsyar nanti. Sebaliknya jika kalian zalim dan menindas rakyat maka kalian adalah golongan pertama akan di masukkan ke dalam neraka tanpa hisab karena  betapa besarnya dosa kalian disisi Allah S.W.T.

Golongan Kedua : Orang yang fanatik (menyombongkan kebangsaannya)
Islam melarang umatnya mengutamakan kemegahan atau ta'ashsub kepada sesuatu kaum/bangsa  dan sifat seperti ini disebut memperjuangkan ashabiyah.

"Seorang lelaki (ayah perempuan yang meriwayatkan hadis) bertanya: 'Wahai Rasulullah, adakah dianggap ashabiyah puak orang yang sayang kepada kaum bangsanya?' Jawab baginda S.A.W : 'Tidak, tetapi ashabiyah ialah apabila seorang itu menolong bangsanya kepada kezaliman". (Hadis Riwayat  Abu Daud, Ibn Majah dan sebagainya)

Imam Al-Munawi ketika mensyarahkan perkataan asabiyah lalu berkata:

“yaitu membantu kezaliman…” (rujuk Aun Al-Ma’bud)

Dapat difahami bahwa sayang kepada bangsa sendiri  yang diamanahkan pula oleh Allah untuk menerajui Islam di negara ini tanpa melakukan penindasan kepada bangsa-bangsa lain adalah tidak di larang. Dalam masa yang sama sebarang kezaliman , kemungkaran dan kemaksiatan tetap diberantas walaupun dilakukan oleh bangsa sendiri.

Maksud umum kepada ahsabiyah bukan sekedar terjadi apabila pembelaan kezaliman kepada bangsa tetapi ia juga boleh berlaku apabila kezaliman yang dilakukan oleh kumpulan, puak, organisasi, keluarga, partai atau jamaah lalu dibela dan dipertahankan.

Dalam hadis yang lain Nabi S.A.W bersabda maksudnya : "Bukan termasuk kalangan ummatku orang yang mengajak pada asabiyah, dan bukan termasuk kalangan umatku orang yang berperang atas dasar ashabiyah, dan bukan termasuk kalangan umatku orang yang mati atas dasar asabiyah." (Hadis Riwayat Abu Dawud).

Golongan Ketiga : Ketua kampung/ pemimpin yang sombong.
Sifat sombong adalah satu sifat yang amat dimurkai oleh Allah S.W.T. Tiada sebab manusia mesti sombong kerana sesuatu kekuasaan dan kekayaan kerana semuanya adalah milik Allah. Bila-bila masa sahaja Allah boleh menarik kesemua itu.

Dari Abdullah bin Mas'ud dari Nabi s.a.w., bahwasanya baginda bersabda yang bermaksud, "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan."
Salah seorang berkata, "Sesungguhnya ada orang yang menyukai baju dan sandal yang bagus."
Rasulullah S.A.W. bersabda yang bermaksud, "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia."
(Hadis Riwayat Muslim)

Seorang ketua kampung atau pemimpin di kawasan mukim tidak seharusnya dia bersifat sombong karena tugas untuk memimpin kampung atau mukim adalah satu amanah bukan satu  keistimewaan dan boleh bermegah-megah.

Begitu juga orang kaya tidak sepatutnya merasa sombong bila melihat orang miskin. Mereka merasakan usaha mereka menjadikan mereka kaya sedangkan orang miskin adalah orang yang bodoh dan malas berusaha.

Firman Allah S.W.T. maksudnya : "Sesungguhnya Qarun adalah daripada kalangan kaum Musa. Namun dia bertindak melampaui batas terhadap mereka dan Kami telah anugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepada beliau,  'Janganlah kamu terlalu bangga, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri (sombong)' ” (Surah al-Qashash ayat 76)

Firman-Nya lagi yang bermaksud : "Dan (juga) Qarun, Firaun  dan Haman. Sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan segala mukjizat yang jelas sebagai bukti kenabiannya , namun mereka tetap takabbur di muka bumi dan mereka tidak terlepas daripada azab perit Allah Taala".
(Surah al-Ankabut ayat 39).

Jauhilah sifat sombong karena sifat ini akan menjadikan seseorang termasuk di dalam golongan ketiga akan masuk neraka tanpa hisab.

Keempat : Pedagang atau ahli perniagaan yang curang
Salah satu cara untuk mendapatkan harta dengan cara yang halal adalah dengan perniagaan. Perniagaan adalah suatu kegiatan ekonomi yang amat dianjurkan Islam kepada umatnya. Ini karena aktifitas perniagaan menjanjikan hasil laba berlipat ganda kepada peniaga yang berusaha bersungguh-sungguh.

Rasulullah S.A.W. pernah bersabda yang bermaksud: “9/10 (90%)  rezeki itu adalah datang daripada perniagaan.” (Hadis Riwayat Tirmizi)

Peniaga yang berniaga melakukan penipuan dengan menaikkan harga barang atau menimbun barang keperluan harian tanpa memikirkan kesusahan orang lain adalah dikira berkhianat dan menipu orang ramai.

Rasulullah S.A.W. bersabda yang bermaksud: “Allah memberikan rahmat-Nya pada setiap orang yang bersikap baik ketika menjual, membeli dan membuat suatu kenyataan.” (Hadis riwayat Bukhari).

Tujuan perniagaan mengikut Islam sebenarnya ialah untuk memperbesarkan, memperpanjangkan dan memperluaskan aktifitas syariat dan dengan tujuan beribadah dan mendapat pahala yang banyak. Justeru di dalam perniagaan, hendaklah kita senantiasa mencari ridha Tuhan dengan niat yang betul serta pelaksanaan yang betul.

Sekiranya seorang pedagang itu berkhianat atau menipu dalam perniagaannya, menipu timbangan atau mengurangkan spesifikasi yang telah ditetapkan sesuatu barang atau jasa maka dia termasuk golongan keempat akan di masukkan kedalam neraka sebelum di hisab.

Kelima : Orang kampung yang kerana kebodohannya. ( Orang bodoh yang mempertahankan kejahilannya)
Islam amat mengambil berat tentang keperluan menuntut ilmu, mengamalkan ilmu yang dipelajari dan menyampaikan pula ilmu tersebut untuk dimanfaatkan oleh orang lain.

Nabi S.A.W.  bersabda yang maksudnya, ”Barangsiapa menuntut ilmu berarti menuntut jalan ke syurga”. (Hadis Riwayat Muslim)

Sesungguhnya orang yang berilmu adalah tidak sama dengan orang jahil (bodoh). Orang jahil yang melakukan maksiat dan membuat dosa, tidak akan terlepas siksaan Allah S.W.T di atas kejahilannya karena  kemalasannya untuk menuntut ilmu. Pepatah ada mengatakan 'bodoh sombong'.

 Orang jahil jika dia memberi pendapat ia hanya berkata menurut fikiran logik sahaja dan mengikut hawa nafsu, dan keadaan ini amat berbahaya jika silap memberi komentar tentang ajaran agama boleh sesat dan menyesatkan orang lain. Golongan kelima yang jahil ini akan di masukkan kedalam neraka sebelum hisab karena kejahilannya.

Golongan Keenam : Ahli ilmu kerana hasad dengkinya.
Hasad atau dengki diertikan sebagai sifat seseorang yang tidak suka orang lain lebih daripadanya atau tidak suka orang lain mendapatkan kenikmatan Allah. Ia ingin nikmat itu hilang daripada orang lain. Perasaan dan sifat ini adalah sifat yang dimiliki oleh Iblis laknatullah betapa dia cukup irihati kepada Nabi Adam a.s. dan anak cucunya.

Hasad dengki yang paling membahaya adalah apabila ulama menaruh hasad dengki kepada ulama yang lain. Apabila seseorang itu di gelar alim ulama maka dia adalah seorang yang berilmu dan mengetahui dosa dan pahala.

Dalam sejarah umat Islam yang terdahulu seorang ulama Islam yang besar Imam Abu Hanifah telah difitnahkan oleh beberapa ulama dizamannya. Mereka menaruh hasad dengki kepada beliau kerana ilmunya yang luas dan ramainya anak murid yang mengikuti pengajiannya. Fitnah yang mereka lemparkan keatas beliau hingga pemerentah masa itu telah memasukkan beliau masuk kedalam penjara. Tetapi dengan izin Allah, Allah S.W.T. membantu hamba-hamba-Nya yang dianianya dan Abu Hanifah dapat buktikan bahawa segala tuduhan dan tohmahan tersebut adalah fitnah semata-mata dan beliau dibebaskan.

Dari Abu Yazid Usamah bin Zaid bin Haritsah r.a yang berkata, "Aku mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda yang bermaksud : 'Seseorang didatangkan pada hari Qiyamat, lalu dilempar ke Neraka. Maka keluarlah isi perutnya. Dengan isi perut yang keluar itu ia berputar-putar seperti himar yang mengitari porosnya. Para penghuni neraka berkumpul di dekatnya, seraya mengatakan, 'Wahai si Fulan! Apa yang terjadi padamu? Bukankah (dulu) kamu memerentah kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar?' Ia menjawab, 'Ya, memang dulu aku memerintahkannya kepada yang makruf , namun aku tidak melaksanakannya dan mencegah dari yang mungkar, namun aku melanggarnya'."
(Hadis Riwayat Muttafaq Alaih)

Biasanya ulama yang memiliki sifat hasad dengki adalah ulama dunia, ulama yang mementingkan diri sendiri dan tidak mahu menyatakan kebenaran kepada pemimpin zalim walaupun kezaliman itu terang-terangan berlaku dihadapan matanya. Ulama seperti ini akan masuk neraka tanpa hisab dan dia lebih dahulu masuk neraka daripada penyembah berhala .

Sahabat yang dimuliakan,

Marilah sama-sama kita menjauhkan diri daripada enam golongan yang masuk neraka tanpa hisab seperti uraian di atas. Orang yang paling berbahagia adalah golongan yang masuk syurga tanpa hisab seperti para Nabi dan Rasul dan para syuhada dan mereka yang benar-benar beriman, bertakwa dan bertawakkal kepada Allah S.W.T. bukannya golongan yang masuk neraka tanpa hisab.